Borong, MN – Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas mengatakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah berkomitmen untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah yang diwujudkan dalam bingkai visi pembangunan Kabupaten Manggarai Timur periode 2019-2024 yaitu mewujudkan masyarakat Manggarai Timur yang Sejahtera, Berbudaya dan Berdaya (Matim Seber)
Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Kamis (5/11) di Gedung KSP Abdi, Borong
Menurutnya Manggarai Timur saat ini sedang berupaya untuk mewujudkan dirinya sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Layak Anak; terkait hal ini maka arah pembentukan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di Kabupaten Matim adalah mewujudnya kesetaraan dan keadilan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi di Manggarai Timur dan ini adalah masalah kita bersama. Ada 3 aspek yang harus kita penuhi dalam kerja kita untuk isu perempuan dan anak; aspek pencegahan, advokasi dan rehabilitasi”, ujarnya
Bupati Agas mengungkapkan bahwa pembentukan P2TP2A di Matim adalah sebuah kerja kolaboratif dimana masing-masing orang bekerja dengan kapasitas dan pada porsinya masing-masing.
“Ini kerja kolaboratif, melibatkan banyak pihak dengan isu yang sama. Kelemahan kerja kolaboratif adalah saling mengharapkan dan terkadang terjebak dalam alur yang terlalu birokratif dan bertele-tele. Terkadang juga kita terjebak pada kerja yang bersifat administratif dan mengabaikan kejadian yang terjadi dilapangan”, katanya
Disampaikan juga bahwa pemetaan masalah penting untuk dilakukan sehingga penanganannya juga tepat.
“70% kerja kita adalah pada pencegahan, bukan hanya sibuk ketika ada kasus. Itulah mengapa pemetaan masalah menjadi penting, supaya kita tidak hanya sibuk memadamkan api tetapi lupa mematikan sumber apinya. Pemetaan masalah menjadi penting supaya penanganan juga tepat sasaran”, ujarnya
Pada kegiatan ini juga dilakukan sesi sharing practise melalui video conference dengan P2TP2A Kabupaten TTS dan P2TP2A Kab. Manggarai oleh Rm. Marten Jenarut; mengenai pengalaman terkait penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hadir pada kegiatan ini adalah Kepala Dinas P2KBP3A bersama jajaran, WVI sebagai stakeholder dan para pegiat perempuan dan anak tingkat Kab. Manggarai Timur, JPIC Keusukupan Ruteng yang diwakili oleh Romo Marten Jenarut, Pr dan insan pers.
Sumber : ProkopimMatim














