Borong, MN – Dalam rangka mempererat rasa fraternitas dalam tubuh Forkoma PMKRI Manggarai Timur kembali mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan Eco Enzyme.
Kegiatan pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang dilaksanakan di Mondo pada Sabtu 17 Juli 2021 didampingi oleh Petrus Alexandrinus Apul lulusan ITB yang juga Mantan Ketua PMKRI Bogor dengan protokol kesehatan yang ketat
Dalam kesempatan itu Sandri mengatakan bahwa Produk eco-enzyme merupakan produk ramah lingkungan yang mudah digunakan dan mudah dibuat. Pembuatan eco-enzym hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organic sayur dan buah. Pemanfaatan eco-enzym dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga terutama sampah organic yang komposisinya masih tinggi.
Lebih Lanjut Ia katakan bahwa Dalam pembuatannya, eco-enzym membutuhkan container berupa wadah yang terbuat dari plastik, penggunaan bahan yang terbuat dari kaca sangat dihindari karena dapat menyebabkan wadah pecah akibat aktivitas mikroba fermentasi. Eco enzyme tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi seperti pada pembuatan kompos dan tidak memerlukan bak komposter dengan spesifikasi tertentu.
Sementara Bupati Matim, Agas Andreas yang merupakan salah satu Alumni PMKRI Kupang kepada media ini mengatakan bahwa Forkoma PMKRI Maanggarai Timur diikat oleh tiga benang merah yakni Kristianitas, intelektualitas dan Fraternitas.
Bentuk-bentuk pertemuan ini merupakan sebuah nilai fraternitas, dan proses pertemuan ini bukan untuk berdiskusi melainkan melakukan karya nyata baik untuk kepentingan pribadi kita maupun untuk kepentingan masyarakat umum (bonnum comune).
“Kegiatan hari ini Forkoma PMKRI Matim melakukan pelatihan pembuatan EccoEnzyme dan pesertanya bukan hanya anggota Forkoma saja melainkan dengan kelompok Wanita Tani, itu artinya bahwa kita sudah mulai berkarya. Hal ini menunjukan bahwa Ilmu yang kita peroleh bisa diterapkan atau bisa dibagi sebagai wujud dari semboyan Pro Ecclessia Et Patria”,tutupnya.
(*/epozth/mn)
