Ini Harapan DPRD Matim Terkait Pekerjaan Pelebaran Ruas Jalan Mano-Bajar

Wakil Ketuan II DPRD Matim, Damian Damu saat meninjau Pekerjaan Pelebaran badan jalan Mano-Bajar (Foto Istimewa)
Wakil Ketua II DPRD Matim, Damian Damu saat meninjau Pekerjaan Pelebaran badan jalan Mano-Bajar (Foto Istimewa)

Borong, MN – Wakil Ketua II DPRD Manggarai Timur (Matim), Damian Damu melakukan monitoring pekerjaan pelebaran badan jalan Mano-Wae Wake segmen Mano-Bajar di Kecamatan Lamba Leda Selatan, Jumat (18/6)

“Dalam pantauan saat kunjungan kerja tersebut pekerjaan penggalian sedang berjalan. Terlihat ada beberapa bagian yang dilewatkan penggaliannya”, kata Damian saat dihubungi media ini Sabtu (19/6)

Terkait hal tersebut kata Damian, dirinya mencoba menggali informasi melalui operator maupun tenaga kerja yang ada di lokasi kegiatan.

“Menurut pengakuan Operator dan tenaga kerja sejumlah titik yang tidak digali antaralain, ada yang karena alasan terdapat pohon yang berdekatan dengan jaringan kabel PLN, ada yang karena para pemilik lahan perlu bicara dengan PUPR”, tutur Damian

“Kalau terkait pohon akan koordinasi dengan pihak PLN untuk matikan sementara arus atau mengatur kabel atau tiang agar tetap aman ketika dilakukan penggalian. Kuatir pohon tumbang akan mengenai kabel dan merusak jaringan listrik kepada para pelanggan”, terang Damian berdasarkan pengakuan Operator dan tenaga kerja di Lokasi

Damian juga menuturkan pada saat sedang melakukan penggalian di lokasi, dirinya mengajak warga yang selalu melintasi jalur tersebut untuk saling mengerti ketika alat berat melakukan penggalian agar selalu hati-hati saat melintas juga menghargai isyarat atau larangan lewat oleh tenaga kerja sehingga mencegah terjadinya hal yang tidak kita inginkan.

“Semisal ada material yang runtuh ke badan jalan pas kita melintas, atau pergerakan alat kerja yang dalam hal ini exavator yang sedang melalukan aktivitas karena kita tidak menginginkan terjadi kecelakaan pada lokasi kegiatan ini”, tuturnya

Menurutnya material hasil galian yang terhampar untuk pembentukan badan jalan akan sangat rawan pada musim penghujan, tentu jalan akan menjadi licin dan itu sangat berbahaya.

“Saya berharap pihak dinas teknis untuk memperhatikan hal ini. Apakah setelah penggalian pelebaran ini langsung diikuti agregat atau tidak.
Kalau iya berarti ruas jalan ini akan tetap bermanfaat sebelum dilakukan pengaspalan. Namun apabila tidak, maka jalur ini menjadi jalur berbahaya untuk dilewati kendaraan pada saat musim hujan. Harapan berikutnya adalah harus dilengkapi dengan drainase meskipun baru sebatas sarulan tanah sebelum dibangun saluran permanen”, ujarnya

Damian mengatakan pemantauan seperti ini berlaku untuk semua proyek fisik untuk meminimalisir kualitas buruk atas pekerjaan yang dilaksanakan.

“Kami berharap para kontraktor maupun pengawas lapangan untuk melakukan pekerjaan dengan baik untuk menjamin kualitas dan kalau tidak mau mendapat kritikan masyarakat. Pada pekerjaan apa saja”, ujarnya

“Kami dari DPRD Manggarai Timur akan lebih kencang lagi memerangi soal kualitas pekerjaan”, pungkasnya

(*/epozth/mn)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version