Borong, MN – Sampai saat ini Sungai Wae Lur di wilayah perbatasan antara Desa Ngampang Mas dan Balus Permai di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur (Matim) belum dibangunkan jembatan penghubung.
Akibatnya saat musim hujan warga yang melintas di Sungai tersebut harus bertaruh nyawa melawan derasnya arus sungai yang selalu mengancam keselamatan mereka. Sayangnya hingga saat Pemda Matim belum juga membangun Jembatan penghubung untuk memudakan Warga melintas di Sungai yang pernah memakan korban jiwa itu.
Endi salah seorang Pesepeda Motor kepada media ini, Kamis (1/4) mengharapkan Pemda Matim untuk segera membangun Jembantan di Sungai tersebut agar memudakan warga melintas sebab selama musim penghujan mereka harus bertaruh nyawa untuk melintas di sungai tersebu
“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Manggarai Timur untuk segera membuat jembatan agar akses tranportasi tetap aman walaupun dalam kondisi hujan lebat. Karena selama ini kami yang sering melintasi jalur ini jika musim hujan kami terpaksa harus panggil warga untuk bisa membantu mengangkat kendaraan roda dua agar bisa melewati jalan ini. Kalau untuk kendaraan roda empat agak setengah mati untuk melewati karena tingkat kedalamanya sangat luar biasa”, ujarnya
Sementara Pesepeda motor lainya, Dorus warga Mukun, Kota Komba Utara mengakui jalur tersebut merupakan jalur alternatif menuju kampungnya karena jalur itu bisa ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu jauh.
“Ini jalur yang paling singkat menuju kampung saya yaitu wilayah Kota Komba Utara karena jalur kembur kondisi jalanya sangat rusak parah, jadi jalur yang menjadi alternatif adalah jalur Warat-Paan Leleng”, akunya
Akan tetapi yang menjadi persoalannya kata Dorus, adalah ada beberapa titik sungai yang belum ada jembatan. Hal ini menurutnya sangat berbahaya bagi warga yang melintasi jalur ini pada saat musim hujan.
“Kami sangat berharap kepedulian para wakil rakyat agar cepat merespon terkait situasi dan kondisi yang ada. Karena hal ini juga sangat berdampak pada tingkat ekonomi kami sebagai masyarakat dan juga nyawa kami”, pungkasnya.
(*/epozth/mn)
