Labuan Bajo, MN – Pemerintah Desa Waning, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat mengucurkan dana desa sebesar Rp 400 Juta guna menggusur jalan tani menuju lahan-lahan warga. Sumber anggaran diambil dari dana Desa (DD) tahun anggaran 2021,
Penjabat Kepala Desa Waning, Tadeus Nasok menjelaskan, wilayah penggusuran di dusun Waning barat lalu lokasinya di Wae Pedang sampai ke tiwu pau. Kegiatan sudah berlangsung sejak tanggal 31/5/2021 hingga sampai saat ini. Kegiatan ini merupakan bagian lanjutan kegiatan dari tahun 2020 dan sudah dilaksanakan kegiatan serupa.
“Sumber dana kegiatan tersebut dari dana desa, tahun lalu lebih besar anggarannya yaitu Rp 500 juta dan tahun ini hanya Cuma Rp 400 juta. Landasan atas dibukanya jalan tani boleh dikatakan sentra produksi di lokasi itu ada sawah, perkebunan Cengkeh, Kopi, Kemiri, fanili, Coklat dan lain-lain. Peluang dibukanya jalan ini juga kedepannya dapat membuka akses transportasi lintas tengah antara Kecamatan Ndoso dengan Kecamatan Kuwus Barat dan akan memudahkan warga ketika mudik ke Labuan Bajo. Pemerintah Desa Waning sedang memikirkan agar kedepannya alih status dari jalan tani ke jalan daerah”Ungkap Tadeus, Kamis (3/6)
Harapannya untuk warga Desa Waning kedepannya dengan terselesainya jalan ini nanti, maka semua pelaku kegiatan ekonomi kemasyarakatan dalam hal para petani justru lebih cepat, karena selama ini terus terang bahwa para petani dilokasi itu cukup susah untuk mengangkut hasil pertanian atau budi daya untuk dipasarkan di Desa atau Kota, sehingga dengan hadirnya jalan tani akan memepermudah para petani karena kendaran bisa leawat ke lokasi itu,Kata Tadeus.
Sementara itu, Aloisius Palfon salah satu tim pengelola kegiatan dan sekaligus Pemangku adat menyampaikan antusias kepada pemerintah baik Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten hingga Pemerintah Desa, karena dengan bantuan pemerintah dapat membuka isolasi antara desa dengan desa antara kecamatan ke kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat ini khususnya di Kecamatan Ndoso dan Kecamatan Kuwus Barat.
“Satu hal yang masyarakat rasakan bahwa dengan kegiatan seperti ini Pemerintah sudah membuka mata. Pembangunan republik ini harus dari Desa baru ke tingkat Kabupaten,Propinsi, Pusat. Ia bangga kepada Pemerintah Presiden Jokowi sekarang, karena begitu banyaknya dana yang diturunkan ke Desa tidak melewati Kabupaten. Harapannya untuk kedepan supaya dana Desa tetap berkelanjutan supaya pembangunan Desa seluruh wilayah NKRI merata”,Tutur Alosius
Terkait dengan kegiatan penggusuran jalan tani ini kata Alosius, masyarakat Desa Waning tidak ada satupun yang komplain, karena kegiatan itu atas dasar kesepakatan bersama.
“Masyarakat Desa Waning sadar bahwa kegiatan penggusuran jalan tani merupakan bagian dari membangun Desa untuk mewujudkan perubahan”, katanya
(*/AMANDUS ABU/mn)














