Oelamasi, MNĀ – Air melimpah akibat tingginya curah hujan tahun ini membuat warga petan Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang merasa senang bisa mengelola secara optimal lahan sawah mereka. Hal ini seperti yang diungkapkan Yohanes Humau, petani Lahan garapan di areal persawahan Taklale, Jumat (26/2) pagi
Menurut dia, lahan sawah garapan miliknya seluas 1 hektar tersebut kini dalam keadaan siap untuk ditanam.
“Saya baru beli Nuk, tahun lalu gagal tanam jadi kami terpaksa pakai makan,, cari Nuk susah, untung saya sudah dapat, saya beli sendiri ini bukan benih bantuan pemerintah.”tegasnya.
Terpisah, Camat Kupang Timur, Denny Tadoe kepada media ini membenarkan, luas lahan sawah produktif di Kecamatan Kupang Timur mencapai 5548,9 hektar, sementara lahan kering untuk tanam jagung seluas 315,12 hektar.
Menyinggung soal ada beberapa lahan sawah yang belum dikelola warga petaninya, orang nomor satu di Kecamatan Kupang Timur itu membenarkan ada beberapa pemilik lahan tinggal di kecamatan lain bahkan ada juga yang tinggal di Kota Kupang, mereka sebut dia belum mengelolah dan membiarkan lahan tersebut terlantar dan tidak dimanfaatkan.
“Saya sudah minta PPL untuk mendata dan menginventarisir semua lahan yang ada dan memang benar ada beberapa pemilik tinggal di Kecamatan lain, ada juga yang tinggal di Kota Kupang. Saya juga akan suruh pihak Desa/Kelurahan untuk memanfaatkan lahan tersebut nanti kalau tuan lahannya datang kita komunikasikan untuk bagi hasil.”ungkapnya
Soal keluhan kekurangan benih padi di masyarakat aku dia, memang ada keluhan kekurangan benih padi di masyarakat. Hal ini, dikarena tahun lalu gagal tanam dan stok benih terpaksa dipakai makan. Selain itu, karena intensitas hujan tinggi dan air belimpah, semua orang berlomba-lomba ingin tanam akibatnya kebutuhan benih cukup tinggi dan tentu saja ada yang tidak kebagian dan harus usaha sendiri. (SD)



