Oesusu, MN – Desa Oesusu tidak hanya mempunyai tempat wisata air terjun tetapi juga Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah. Pastinya, tidak ada daerah yang miskin di NTT Demikian diungkapkan Dirjen Bina Pemerintah Desa, Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo, saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Sabtu (19/3).
Menurut dia, sapi dan cendana di datangkan dari NTT beserta hasil-hasil kebun dan ini hal Langka hingga terkenal sampai ke luar negeri. Sayangnya potensi-potensi alam ini hanya jual dengan harga murah di pasar NTT.
“Tanah Timor berlimpah susu dan madu, dimana hal ini perlu diaktualisasikan melalui kegiatan-kegiatan dari para Pendamping Desa dan PKK yang merupakan bagian dari siklus produksi”jelasnya
.
Semua daerah yakin dia, miliki potensi dan kenunggulan masing-masing namun belum teraktualisasi dengan baik. Ia juga mengajak masyarakat Oesusu untuk mengaktualisasikan potensi yang ada dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak.
“Kami senang dengan program revolusi 5P dalam hal ini pada bidang pertanian karena akan menjadi satu siklus, dimana beberapa tenaga ahli dari Kementerian Pertanian akan menjadi teman diskusi kami untuk mendesain seperti apa rantai pasok di setiap desa”, tuturnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Dirjen Bina Pemdes Kemendagri ini berpesan agar Posko PPKM tetap aktif, dan selalu mensosialisasikan tentang Covid 19 serta melakukan isolasi terpusat.
“Percepat belanja Dana Desa seperti yang sudah disebutkan ada 14 Desa telah memposting dan menunggu proses pencairan anggaran. Semoga Desa Oesusu sudah melakukan pendataan agar dapat terealisasi BLT Dana Desa. Selesaikan juga permasalahan batas desa agar d
Desa Oesusu bisa menjadi Desa Model di Kab. Kupang.”ungkapnya.
Terpisah, Kades Oesusu, Dani N. Tauho dalam laporannya menjelaskan, tahun 2020 dan 2021, disaat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Desa Oesusu banyak Dana Desa diprioritaskan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat dan penanganan Covid-19 sehingga pembangunan di desa berkurang. “Dana Desa mesti dimanfaatkan dengan baik demi kemakmuran rakyat, meski ada yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan dana desa. Hal ini menjadi kesulitan kami yang kiranya bisa di bantu oleh Pemerintah Pusat dan Daerah”, ujarnya.
Tidak hanya membahas Dana Desa, Dani juga memohon bantuan tower Telkomsel agar kesulitan jaringan telekomunikasi di Desa Oesusu bisa teratasi.
Senada, Bupati Kupang melalui Asisten II Sekda Kabupaten Kupang, Mesak Elfeto dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa terimakasih atas kegiatan Kunker tersebut
Menurut dia, suatu kehormatan bagi Pemkab Kupang, yang mana kunjungan kali ini menjadi media untuk mengedepankan desa sebagai lokomotif perubahan komunitas maupun daerah baik pada aspek budaya, ekonomi, maupun sosial politik.
“Kami selalu memiliki ekspetasi yang tinggi untuk 160 desa yang ada di kab. Kupang. Rencananya, 40 % desa kami diakhir tahun 2024, telah masuk dalam kategori desa maju. Sedangkan desa sangat tertinggal dan tertinggal yang berjumlah 100 desa akan diupayakan menjadi desa dengan kategori berkembang. Meskipun ini bukanlah target yang mudah terealisasi, namun Pemkab Kupang memiliki keyakinan kuat untuk mencapainya. Dengan penguatan sistem Pemdes di Kab. Kupang, mulai dari perencanaan desa, keuangan desa, kelembagaan dan administrasi Pemdes, BUMdes, dan sumber daya aparaturnya sudah dilakukan secara simultan sejak tahun 2021”, tegas Pelaksana Harian Sekda Kab. Kupang ini.
Penting disampaikan, pihak Pemkab tetap komitmen untuk menjalankan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 Pasal 5 (ayat) 4 tentang penggunaan dana desa tahun 2022 diprioritaskan pada program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai, program ketahanan pangan dan hewani, dukungan pendanaan penanganan Covid-19, dimana 14 desa telah memposting dan melanjutkan dengan proses pencairan anggaran.
Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Pemdes di Kab. Kupang, diakui Mesak terdapat beragam permasalahan yang akhirnya hanya menjadi tantangan desa untuk semakin dewasa secara demokrasi. Kondisi ini sepatutnya diperbaiki dan merupakan tanggung jawab bersama, karena masyarakat yang maju adalah wujud keberhasilan pihak Pemerintah.
Atas nama Pemkab Kupang, Mesak Elfeto menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dirjen Pemdes Kemendagri dan rombongan. Semoga dengan kunjungan ini, Kab. Kupang semakin termotivasi meningkatkan kinerja Pemdes dimana desa akan semakin mandiri berkolaborasi membangun desa serta menjadi motivasi dalam mewujudkan Kab. Kupang yang maju, mandiri dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris I TP PKK Pusat Ny. Irma Zainal Yusharto, Asisten II Sekda Kab. Kupang Mesak Elfeto, Kadis PMD Prop. NTT Victor Manek, Kadis PMD Kab. Kupang Charles Panie, Kades Oesusu Dani N. Tauho, Tim PKK Desa Oesusu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Perempuan. (MN)













