Baumata, MN – Bupati Kupang Korinus Masneno menghadiri acara Persidangan Klasis Kupang Tengah ke 36 Tahun 2023 bertempat di Jemaat Imanuel Manefu, Desa Baumata Timur, Senin (25/9/2023).
Acara persidangan klasis ini secara resmi dibuka oleh Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pendeta Elisa Maplani yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam suara gembalanya, Pendeta Elisa Maplani menyampaikan momentum ini adalah momentum iman, momentum untuk berbicara, beri pikiran-pikiran kritis sebagai refleksi apa yang sudah dilakukan. Ia percaya persidangan ini dihadiri para teolog, orang-orang cerdas yang berpikir kritis. “Sampaikan apa yang menjadi pikiran kritis kita. Ini momentum untuk kritisi kerja-kerja kita. Kita harus mampu bedakan cara berpikir kritis dengan orang yang tukang kritik. Biasanya orang yang tukang kritik itu yang benar tetap di anggap salah, kerjanya hanya kritik harbabiruk. Semua yang dilakukan orang lain serba salah. Berbeda dengan orang yang berpikir kritis yaitu selalu beri solusi, beri usulan-usulan konkret yang membangun dan membawa perubahan,”ujar dia.
Esensi sidang klasis ini jelas dia, untuk mengevaluasi program-program kebersamaan, penetapan program-program strategis di lingkup Klasis Kupang Tengah, serta pemilihan dan penetapan Majelis Klasis. Ia inginkan pemimpin gereja di Klasis Kupang Tengah ini nantinya, memberikan ketulusan hati mereka dalam memimpin gereja ini kedepan. “Pemimpin itu harus membawa transformasi, mampu menangkap visi Tuhan dengan menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah dan tanamkan cinta kasih, mampu bekerjasama, berani hadapi tantangan, serta bangun kolaborasi dan sinergitas. Peran gereja di ruang publik sangat penting untuk menghasilkan sesuatu bagi hormat dan kemuliaan Tuhan,”terang Pendeta Maplani.
Sementara Bupati Masneno dalam sambutannya menjelaskan pentingnya tanggung jawab kolaboratif untuk saling melengkapi. Menurutnya, Pendeta Elisa Maplani sudah banyak memberikan pesan iman untuk semua yang hadir pada kesempatan ini, Bupati hanya menitipkan pesan agar persidangan ini dapat berjalan lancar, penuh kasih dan menghasilkan keputusan yang mampu mengikat seluruh jemaat dalam wilayah Klasis Kupang Kupang Tengah. “Pemahaman akan peran gereja di ruang publik, cara kepemimpinan dalam gereja, kiat-kiat strategis dalam penetapan program-program kebersamaan dalam Jemaat, cara berpikir kritis dan pesan iman lainnya sudah disampaikan Pendeta Maplani secara detail, saya hanya tambahkan sedikit agar selama proses persidangan, jalankan dengan wujud cinta kasih hingga mengakhirinya dengan semangat pengharapan dan pembaharuan,”jelas Masneno.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Waket I DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Malelak De Haan, bersama anggotanya Dominggus Atimeta, Saktico Masneno, Kapolsek Kupang Tengah IPDA I Nyoman Gurina Mariana, Kabag Umum John Sula, Kabag Kesra Benny Markus, Kabag Prokopim Beni Selan, Camat Taebenu Melki Neno, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, para Pendeta dan Jemaat Klasis Kupang Tengah serta undangan lainnya.(pkp/MN)
