Mengintip Jejak Kecerdasan Nono Mengharumkan Pendidikan NTT

Kupang, MN – Pakar Komunikasi dan Penulis Buku, Psikologi Komunikasi, Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, dalam artikel berjudul Benarkah Kecerdasan Anak Hanya Ditentukan Faktor Genetik, yang ditulis dr. Jolinda Johari di Haibunda.com pada Sabtu (15/9/2018), berpendapat bahwa Kecerdasan tidak hanya bisa dinilai dari nilai akademik saja. Karena setiap orang, memiliki kecerdasan dalam bidang keahlian berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Selain faktor gen, kecerdasan ternyata sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Faktor-faktor yang berkaitan dengan lingkungan yakni, rumah, pola asuh, pendidikan, ketersediaan sumber belajar, dan nutrisi.

Terlahir dan dibesarkan di daerah pedalaman Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, bocah kelahiran 2 April 2015 dari pasangan aflim Meo Tnunay (54) yang berprofesi sebagai tukang bangunan dan Nur Yati Ussanak Seran (42) yang adalah seorang guru kontrak, ternyata tidak menjadi halangan bagi Caesar Archangels HM Tnunay atau Nono, siswa kelas dua SD Inpres Buraen 2 untuk berprestasi dan menjadi juara dunia Abacus Brain Gym 2022 dengan mengalahkan 7000-an peserta dari berbagai negara termasuk di antaranya, Amerika Serikat.

Terlepas dari faktor genetik, si jenius Nono, bocah berumur 7 tahun ini ternyata kecerdasannya turut dibentuk oleh lingkungan rumah, pola asuh, pendidikan serta nutrisi.

Menyoroti faktor lingkungan rumah dengan budaya dan tradisi sopan santun yang kuat berurat akar, tentunya Nono akan menjadi anak dengan karakter yang baik dan menurut pada perintah orang tua. Apalagi didukung dengan pola asuh dari kedua orang tua juga pihak Yayasan Pendidikan Astra melalui Abacus Brain Gym

Bupati Kupang, Korinus Masneno dalam sejumlah pernyataannya di beberapa media menjelaskan, ketika seseorang dilahirkan tentunya dia akan menjadi seperti selembar kertas putih yang masih kosong yang kemudian ditulis oleh lingkungan dimana dia berada, dan bila lingkungan, orang tua hingga pendidikannya baik maka tidak mustahil akan mampu menghasilkan generasi cerdas dengan potensi SDM yang kuat dan bisa berprestasi seperti Nono.

Dijelaskan, ada 7 sekolah, baik SD dan SMK di dua kecamatan di Kabupaten Kupang yang sudah 4 tahun menjalin kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Asta Internasional. Tidak terbatas kepada pendidikan anak, sebagai tenaga pendidik, sejumlah guru dari 7 sekolah di Kecamatan Amarasi Selatan dan Takari termasuk Ibunda Nono, Nuryati Ussanak Seran yang adalah guru kontrak juga mendapat pendidikan dan pelatihan secara khusus dan periodik dari Yayasan Pendidikan Astra dan melalui mereka inilah diharapkan akan melahirkan generasi cerdas seperti Nono.

Tentunya, Yayasan Pendidikan Astra tidak bekerja sendiri tetapi juga melibatkan peran dan campur tangan Pemerintah melalui Departemen Pendidikan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang dalam hal menerapkan metodologi-metodologi pembelajaran yang bisa menghasilkan kualitas SDM yang awalnya hanya biasa-biasa saja, menjadi luar biasa seperti kecerdasan yang dimiliki Nono.

Nuryati Ibunda Nono saat tampil di beberapa stasiun telivisi swasta nasional membeberkan daun kelor yang dibuat menjadi sayur berkuah adalah asupan nutrisi yang hampir setiap harinya dinikmati Nono.

Nisa Mutia Sari dalam artikel berjudul 10 Manfaat Daun Kelor untuk Anak, Bisa Mencerdaskan Otak yang dipublikasi Liputan6.com, pada (9/12/2019) menjelaskan, menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak merupakan salah satu kewajiban yang perlu dipahami orang tua dengan baik. Salah satu bentuk usaha yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Dengan mencukupi kebutuhan nutrisi anak, maka akan memperkecil risiko munculnya penyakit yang tidak diinginkan. Bentuk pemenuhan nutrisi untuk anak bisa Anda peroleh dari bahan makanan yang mudah ditemukan, salah satunya adalah daun kelor atau dengan nama latin Moringa Oleifera.

Manfaat daun kelor juga dapat mencerdaskan otak bayi karena daun kelor mengandung asam amino dan asam folat yang merupakan nutrisi penting bagi otak. Dukungan dari vitamin C dan vitamin E pun turut membantu kinerja otak agar berfungsi dengan lebih maksimal.

Terlepas dari faktor nutrisi melalui sayur berkuah dari daun kelor yang dikonsumsi Nono setiap hari, aktivitas keseharian Nono juga ikut menentukan kecerdasan si genius dari Buraen itu karena Kedua orang tuanya, secara intens dan disiplin membimbing Nono untuk terus belajar dan mengerjakan soal mulai dari putra bungsunya itu bangun pagi sebelum berangkat ke sekolah

Untuk diketahui, SD Inpres Buraen 2, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang tempat Nono bersekolah adalah sekolah binaan Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Maka sudahlah tentu faktor lingkungan rumah, pola asuh, pendidikan, ketersediaan sumber belajar dan nutrisi juga ikut menentukan kecerdasan seseorang seperti yang dimiliki Nono.

Bayangkan saja, dalam kompetisi tingkat dunia Abacus Brain Gym 2022, Nono merupakan putra asal NTT yang pertama membawa Indonesia meraih peringkat pertama dalam sejarah berdirinya kompetisi tingkat dunia Abacus Brain Gym sejak 2003 silam.

Pada kompetisi itu Nono berhasil menyelesaikan 15.201 file. Dalam 1 file, ada 10 soal jadi total soal yang berhasil dikerjakan Nono dalam jangka waktu satu tahun sebanyak 152.010 soal yang diujikan dalam bentuk virtual dan lisan dalam bahasa Inggris.

Sedangkan posisi kedua diduduki peserta dari Qatar yang mengerjakan 7.502 file atau 75.020 soal hanya setengah bagian dari soal yang berhasil dikerjakan Nono dan peringkat ketiga dari Amerika Serikat yang mengerjakan 6.138 File atau 61.380 soal.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk NTT, yang antara lain salah satu indikatornya terkait pendidikan, berada di urutan ke-32 dari total 34 provinsi atau hanya bisa mengungguli Provinsi Papua dan Papua Barat. Dengan angka 63,13, IPM NTT terpaut cukup jauh di bawah angka rata-rata nasional 70,18.

Paling tidak dengan presentasi yang diraih Nono telah mengurangi Stigma miring tentang NTT. Kecerdasan Nono patutlah diapresiasi mengingat Nusa Tenggara Timur selalu terbelakang dalam hal pendidikan. Setidaknya, dengan prestasi yang diraih Nono membuka mata nasional bahwa NTT juga bisa.

Sekali pun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui indikator pendidikan NTT dengan urutan nomor tiga dari belakang secara nasional setidaknya kita tetap berbangga dan bangkit berdiri dengan tegak dada bahwa di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan, masih ada siswa NTT yang bisa mengharumkan nama NTT dan Indonesia di mata dunia. Nono kamu hebat. (Prokadv/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version