Babau, MN – Kerusakan lingkungan hingga terjadinya banjir akibat penambangan batu dan pasir di Kali Noelbiboko Desa Pariti Kecamatan Sulamu tanpa upaya reklamasi oleh sejumlah perusahaan pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) mendapat tanggapan serius Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dalam acara Jumat Curhat bersama Kapolres Kupang di Mako Kepolisian Polres Kupang di Babau, Jumat (30/12/2022)
Dalam acara Jumat Curhat yang diselenggarakan Polres Kupang dan juga dihadiri Bupati Kupang, Korinus Masneno tersebut, Wabup Jerry tegas meminta bantuan Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto untuk ikut menyelesaikan persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan oleh sejumlah perusahaan di kali Noelbiboko..
“Bapak tolong bantu Saya supaya kita selesaikan masalah di kali Noelbiboko, Saya sudah capek omong, saya juga sudah perintahkan tutup tapi sebagai wakil bupati kewenangan Saya cuma berteriak saja, tapi kalau saya jadi bupati kali itu sudah saya tutup. Saya tutup karena aturan pertambangan habis gali harus reklamasi. Mereka (red_perusahaan pemegang IUP) harus jaga lingkungan sekitarnya, tidak bisa tidak.”jelasnya..
Menurut Wabup Jerry, sesuai hasil pantauan langsung dirinya di lapangan, sedimen pada kali – kali yang mengalami banjir bandang nampak mengalami kedangkalan. “Sedimen yang harusnya 4 meter hanya tinggal 40 cm, jadi air datang pasti meluap dan ini salah siapa,”ungkapnya
Seharusnya hal ini jelas Jerry, menjadi perhatian seluruh stake holder teknis terkait. “Kita malah sudah sampai pada titik bencana baru dilihat, seharusnya kita sudah ada antisipasi dalam menanggulangi ini (red_banjir),” bebernya.
Sebelumnya seperti yang diberitakan media online Timorhits com, Yabes Lau, warga Kukak, Desa Pariti, Kecamatan Sulamu membenarkan, banjir yang terjadi di Dusun Kukak (dusun 4) menjadi titik masuk air ke permukiman warga yang berada di lokasi tambang milik PT HMN.
Tahun sebelumnya, jelas dia, pihak PT. HMN telah melakukan upaya penanganan dengan menumpuk material galian di titik masuknya banjir, namun tumpukan material yang dibangun untuk menghalangi terjangan banjir tersebut jebol saat terjadi banjir pada Minggu, 25 Desember 2022 dini hari. (MN)
