Berita  

UNICEF dan Pemkot Kupang Dukung Pendidikan Anak dan Penanganan Stunting Sejak Dini

Kupang, MN – Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi tempat pelaksanaan program Pemdidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik di Provinsi NTT periode Agustus 2022 hingga Februari 2023.

Untuk mempersiapan pelaksanaan kegiatan PAUD Holistik ini, maka perlu diadakan pertemuan konsultasi multisektor untuk memperkenalkan program, mendiskusikan rencana implementasi dan membangun komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program PAUD Holistik ini

Setelah mendapat dukungan penuh UNICEF dan Pemerintah Jepang maka pelaksanaan pertemuan multisektor bagi pengembangan anak usia dini Propinsi Nusa Tenggara Timur ini di Kota Kupang, Jumat (5/7/2022)

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore melalui Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega saat membuka pertemuan multisektor PAUD Holistik ini menjelaskan, Pendidikan Anak Usia Dini menurut peran dan fungsinya tidak akan berjalan baik jika tidak ditopang oleh dasar dan fondasi yang kokoh.

Menurutnya, PAUD Holistik merupakan sebuah jenjang pendidikan sebelum Sekolah Dasar yang bertujuan untuk memberikan stimulasi kognitif kepada anak sehingga mereka menjadi siap untuk memasuki pendidikan di Sekolah Dasar. Selain itu, perhatian dan komitmen juga menjadi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan anak menuju generasi emas. Pembentukan karakter dan kemandirian anak secara formal sudah dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini sementara informal dimulai dari 1000 hari sejak kelahiran

Senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami. Menurutnya, program PAUD Holistik Integratif pastinya akan berkolaborasi dengan instansi teknis terkait seperti Dinas Kesehatan, Dispenduk, Dinsos, BKKBN dan instansi terkait lainnya dalam rangka penanganan stunting.

Sebanyak 156 anak dari 6 kecamatan di Kota Kupang ungkap Djami, telah mengalami stunting. Diantaranya, Kecamatan Alak 96 anak,. Kecamatan Kelapa Lima 21 anak, Kecamatan Kota Lama 14, Kecamatan Kota Raja 3, Kecamatan Maulafa 3 dan Kecamatan Oebobo 13 anak

Selain memberi pendidikan jelas Djami, Gizi dan kesehatan menjadi bagian penting yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam pengembangan PAUD Holistik ini. Tidak hanya itu, PAUD Holistik ini juga akan mengasuh dan memberi perlindungan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat dan pemerintah.

Sudah saatnya siswa di tingkat PAUD jelas Djami, harus belajar sambil bermain atau sebaliknya bermain sambil belajar dalam suasana yang enjoy, tanpa tekanan dari siapapun termasuk guru.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan United Nations Children’s Fund (Unicef) Wilayah NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe dalam kesempatan itu menjelaskan, pertemuan konsultasi multisektor di Kota Kupang ini sangat diperlukan untuk memperkenalkan program, mendiskusikan rencana implementasi dan membangun komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program PAUD Holistik ini.

Pihaknya, ungkap Yudhistira, perlu memberikan informasi dan membangun pemahaman bersama seluruh stakeholder untuk mengenal situasi dan strategi program terkait anak usia dini di Kota Kupang.

Tidak hanya itu, ia juga berharap, seluruh stakeholder selanjutnya dapat membuat rencana tindak lanjut untuk mendukung implementasi program PAUD Holistik dukungan UNICEF dan Pemerintah Jepang tersebut. (MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version