Kupang, MN – Kegiatan program penanggulangan dampak Covid-19 melalui revitalisasi destinasi wisata inklusi dan workshop pemetaan kebutuhan dan kapasitas para pihak serta identifikasi potensi SDA dan kepariwisataan dengan pendekatan GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial) di Kab. Kupang ini di buka langsung, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, di Kupang.. Senin (20/6)
Turut mendampingi, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT Tony Pitoby, Kadis Pariwisata Kab. Kupang Pieter Sabaneno, Kadis Nakertrans Kab. Kupang Khristian Koroh, Camat Amarasi Selatan Tonci Teuf, Camat Semau Yoel Laitabun, Sekcam Kupang Tengah Thoni Nenosiki, para Kades, Perwakilan kelompok Inklusi 2 desa 1 kelurahan, Tim SiapSiaga, Perwakilan Swara Parampuang Manado yang ada di NTT Ristha Damaris Tunay, Koordinator Aliansi Penyandang Disabilitas Desderdea Kanni, perwakilan Kapolres Kupang I Putu Samiada dan pers.
Wabup Kupang Jerry Manafe dalam sambutannya mengatakan, program dari Yayasan Ume Daya Nusantara yang akan berlangsung selama 9 bulan tepatnya di 3 kecamatan, 1 kelurahan dan 2 desa, yaitu kelurahan Buraen Kec. Amarasi Selatan, desa Mata Air Kec. Kupang Tengah dan desa Uiasa Kec. Semau ini kiranya dapat menjadi penggerak agar UMKM khususnya di lokasi destinasi pariwisata bisa hidup kembali, dimana kemarin terdampak Covid-19 yang menyebabkan hasil karya menumpuk dan produksi makanan khas terhenti karena sepi pengunjung.
Beliau menjelaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Pemkab Kupang yang tertuang dalam revolusi 5P. Oleh sebab itu, Pemkab melakukan kerja sama dengan berbagai pihak salah satunya Yayasan Ume Daya Nusantara. Tidak hanya itu, Manafe mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Yayasan Ume Daya Nasional selama 9 bulan ini melibatkan seluruh stakeholder terutama masyarakat sebagai pelaku aktif UMKM.
Dengan melihat pariwisata yang cukup banyak di kab. Kupang, Jerry berharap agar pihak Ume Daya Nusantara tidak hanya melakukan program di desa terdekat melainkan bergeser ke desa yang lebih membutuhkan uluran tangan demi kesejahteraan masyarakat. Besar harapan Wabup Jerry agar Yayasan tersebut jangan bergerak sendiri namun berkolaborasi dengan para stakeholder di lapangan, yakni pemerintah dan jajarannya, baik Camat maupun BPD. “Kehadiran Yayasan Umedaya, kiranya tidak hanya mendapat output melainkan outcome juga. Pemkab akan dukung program Yayasan Ume Daya Nusantara demi memajukan sektor pariwisata kab. Kupang sebagai salah satu lokomotif untuk menjadikan kab. Kupang semakin maju, mandiri dan sejahtera”, tegas Jerry Manafe.
Pada kesempatan ini, Koordinator Yayasan Ume Daya Nusantara, Simon Sadi Open juga mengatakan bahwa tujuan dari Yayasan Ume Daya Nusantara ini demi mendorong serta memberi semangat baru bagi pelaku UMKM dan pelaku yang ada di tempat destinasi wisata. Dirinya mengucapkan selamat datang dan berterima kasih kepada Pemkab Kupang yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kupang dan jajarannya dalam pemerintahan yang telah menerima Yayasan Ume Daya Nusantara dalam berkontribusi memberi pelayanan kepada masyarakat di kab. Kupang. “Terimakasih juga kepada TNI/Polri yang dengan cara masing-masing telah berkontribusi sejalan dengan program yang telah kami jalankan saat ini”, ujar Simon.
Simon Open melanjutkan, program penanggulangan dampak Covid-19 ini merupakan program kemitraan Negara Indonesia dan Australia melalui unit Siap Siaga yang juga melalui Yayasan Swara Parampuang Manado di Sulawesi Utara dan diimplementasikan oleh Yayasan Ume Daya Nusantara di Kupang.
Dijelaskan Simon, program yang dilaksanakan oleh Yayasan Ume Daya Nusantara ini dilakukan di kab. Sumba Timur dan kab. Kupang. Dan khusus di kab. Kupang, program ini dilakukan di destinasi wisata desa Uiasa Kec. Semau, desa Mata Air Kec. Kupang Tengah dan di kel. Buraen Kec. Amarasi Selatan.(pkp/MN)
