Berita  

Gubernur VBL Sebut Selain Tempat Ibadah Gereja Sebagai Tempat Menolong Masyarakat

Kutim, MN – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan hal ini saat peletakkan baru pertama pembangunan gedung gereja jemaat Mizpa Tetebudale, Kec. Kupang Timur, Kab. Kupang. Minggu (24/4).

Menurut dia, setiap manusia memiliki kemampuan intelektual dan spiritual juga visi misi bagi pembebasan kaum hina (kemiskinkan). Soal pembebasan kamu hina ini bisa melalui berbagai cara dan upaya termasuk diantaranya upaya pembangunan di sektor pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya.

Gereja tentunya harus membangun gedung peribadatannya dengan iman dan pengetahuan yang searah. Disisi lain, kemiskinan di NTT disebabkan oleh kebanyakan masyarakat lebih tertarik menjadi PNS dibandingkan menjadi pengusaha atau petani. Dengan pemikiran seperti inilah maka akan melahirkan masalah dimana banyak lahan kosong karena tidak dimanfaatkan secara baik. Melalui teori kolaborasi dengan membangun program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) diharapkan Gereja tidak hanya sebagai tempat ibadah orang-orang beriman namun juga sebagai tempat untuk menolong masyarakat.

Terpisah, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon dalam kesempatan itu menjelaskan pada tahun lalu lokasi pembangunan gedung gereja Mizpa Tetebudale ini menjadi tempat berlindung saat bencana Seroja terjadi. Dan Jemaat GMIT Mizpa Tetebudale termasuk jemaat yang cukup kuat mengorganisir para jemaatnya yang terdampak bencana. Meskipun jemaat Mizpa sudah berpikir untuk membangun gedung baru melalui proposal dan sebagainya, namun inti dari semua itu adalah tanggung jawab semua jemaat demi pembangunan gedung gereja ini.

“Lamanya pembangunan ini, kami harap agar panitia tidak harus melakukan pembangunan setiap 15 tahun jika keadaan gedung gereja masih memungkinkan. Lebih baik uang itu dipakai untuk pembangunan ekonomi jemaat maupun demi mencegah stunting di masyarakat”, ujar Pdt. Merry Kolimon.

Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Yermias Pian dalam pelaporannya mengatakan, Jemaat GMIT Mizpa Tetebudale merupakan salah satu mata jemaat yang dimekarkan dari Jemaat GMIT Ebenhaezer – Pukdale. Bangunan Gereja Mizpa Tetebudale ini diresmikan pada 14 Nopember 2006 dengan konstruksi kayu. Seiring berjalannya waktu, gereja yang sudah di bangun selama 15 tahun ini sudah tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai tempat kebaktian jemaat. Ditambah lagi dengan kapasitas jemaat yang sudah semakin banyak.

Yermias menjelaskan dengan luas bangunan 1100m² membutuhkan anggaran sebanyak Rp. 3.925.954.000,- dengan anggaran kas yang telah terkumpul sebesar Rp. 300.000.000. Itu semua bertujuan meningkatkan produktivitas pelayanan yang optimal, terciptanya gedung ideal yang representatif serta sarana dan prasarana yang layak demi peningkatan iman dan persekutuan jemaat.

Acara ini berlangsung meriah diawali dengan penyambutan melalui tarian adat Tebe Lai dari para penari di halaman gedung Gereja jemaat Mizpa Tetebudale, Kec. Kupang Timur, Kab. Kupang. Turut mendampingi, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Ketua Sinode GMIT Pdt. Merry Kolimon, Wakil Ketua II DPRD Kab. Kupang Yohanis Mase, Anggota DPRD kab. Kupang Deasy Ballo – Foeh, Kapolsek Kupang Timur Viktor Adi Saputra, para pimpinan OPD lingkup kab. Kupang dan Propinsi NTT, Camat Kupang Timur Deny Tadoe, tokoh agama, tokoh masyarakat dan awak media. (pkp/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version