Oelamasi, MN – Salah satu modal penting agar bisa bertahan dalam perubahan dunia saat ini adalah kemampuan literasi. Demikian diungkapkan Bupati Kupang, Korinus Masneno saat membuka kegiatan Talkshow dan Pelatihan Kepenulisan dengan tema, Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat bersama Duta Baca Indonesia di Aula Kantor Bupati Kupang, di Oelamasi, Jumat (8/4).
Menurut dia, generasi muda wajib memiliki kemampuan literasi yang mumpuni, tIdak sekedar membaca dan menulis, namun lebih dari itu dituntut memiliki pikiran kritis.
Kegiatan ini jelas Masneno, sangatlah bermanfaat bagi para siswa untuk mengembangkan seluruh potensi literasi yang dimiliki. Secara praktis, mereka akan dilatih menggunakan teknik menulis yang baik, cara penulisannya harus menarik dan harus dipenuhi unsur – unsur inspiratif, fiksi maupun non-fiksi.
“Ini merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Untuk itu kegiatan ini akan kami replikasikan dalam program pendidikan kita. Melalui program replikasi ini, ke depan generasi muda di kab. Kupang akan memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan perkembangan literasi, terutama literasi digital yang diminati kaum milenial”, ujar Bupati Korinus.
Tidak hanya itu, Masneno mengakui lewat literasi digital, para siswa akan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, semakin sadar dan cakap menangkal penyebaran hoax serta mereka akan dimudahkan dalam proses kegiatan belajar terutama untuk menghidupkan kemampuan literasi mereka menulis karya yang berbasis konten lokal.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bunda Baca NTT Ny. Julie Sutrisno Laiskodat yang telah bekerja dengan tulus dan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk membangun literasi bagi anak-anak di Kab. Kupang.
Lebih lanjut, Masneno berpesan agar Kadis Kearsipan dan Perpustakaan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan serta BP4D kab. Kupang dapat menjadikan kegiatan literasi ini sebagai referensi utama dalam menyusun kegiatan prioritas tahun depan dengan melakukan perencanaan dan konsultasi sebaik-baiknya.
Akhir kata, orang nomor satu di Kabupaten Kupang ini berharap para siswa dan Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga dapat menyerap ilmu literasi yang diajarkan, tunjukan bahwa kalian generasi muda yang siap bersaing, inovatif dan layak dibanggakan.”ungkapnya.
Sementara, Pustakawan Ahli Utama, Perpustakaan Nasional RI, Nelwaty dalam sambutannya mewakili Kepala Perpustakaan Nasional RI mengucapkan terima kasih kepada peserta yang hadir, karena ini merupakan bukti apresiasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap Duta Baca Indonesia dan dunia Literasi.
Menurut dia, layanan perpustakaan saat ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pengguna dalam bentuk koleksi berupa koleksi konvensional. Perkembangan dunia digital menuntut perpustakaan untuk mampu menyediakan sumber daya berbasis elektronik. “E-resources sebagai salah satu komponen penting pada pelayanan perpustakaan perguruan tinggi sebagai penyedia media komunikasi ilmiah dalam dunia pendidikan dan penelitian. Keberadaannya sangat dibutuhkan bagi banyak kalangan, terutama di era saat ini dengan karakteristik pengguna berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
“Kehadiran seorang Duta Baca Indonesia ditengah-tengah masyarakat akan menjadi pengungkit dan pendorong kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berbudaya gemar membaca dan menulis. Selain itu peran bunda literasi, bunda baca, pegiat literasi dan library supporter lainnya pada masing-masing wilayah dapat menjadi energy yang sungguh luar biasa dengan bersinergi bersama masyarakat dalam menggelorakan gemar membaca sedini mungkin dan dimulai dari keluarga”, ujar Nelwaty.
Ia juga berharap agar kegiatan TalkShow serta pelatihan menulis ini dapat menghasilkan keberanian penulis-penulis pemula dari NTT untuk menghasilkan karya buku baru, kegiatan ini bukan semata-mata seremonial tetapi akan terus berlanjut berkesinambungan.
Senada Bunda Baca NTT Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dalam arahannya menjelaskan dengan membaca dan menulis kita dimampukan membuka jendela dunia.
Menurut dia, membaca dan menulis dapat mengeksplor potensi kearifan lokal yang dapat diakses oleh banyak orang. Apalagi NTT ini kaya akan alam dan budaya yang berbeda – beda dan tidak dimiliki oleh daerah lain.
Ia mengajak para peserta pelatihan untuk meliterasikan potensi pariwisata dan budaya yang dimiliki agar menjadi daya tarik bagi daerah lain sehingga perekonomian di NTT semakin meningkat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Duta Baca Indonesia Heri Hendrayana Haris alias Gol A Gong, Bunda Baca NTT Ny. Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua PKK kab. Kupang Ny. Damaris Masneno-Mooy, Ketua DWP Kab. Kupang Rutchek Laha-Dethan, Para Staf Ahli Bupati, Asisten Administrasi Umum Novita D. E. Foenay, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Prop. NTT Stefanus I Ratoe Oedjoe, Duta Baca NTT Polikarpus Do, Para Pimpinan OPD terkait salah satunya Kadis Kearsipan dan Perpustakaan kab. Kupang Kain Maus, para peserta pelatihan dan awak Media. (MN)
