Warga Minta Polres Matim Selidiki Dugaan Korupsi Proyek AMB Desa Rana Mbeling

Borong, MN –  Warga desa Rana Mbeling Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meminta Jajaran Kepolisian Resor Matim untuk segera menerbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyelidikan) terhadap dugaan korupsi Proyek pengadaan jaringan Air Minum Bersih (AMB) di desa tersebut

Pasalnya proyek desa dengan pagu anggaran sebesar Rp.471.172.000 di Kampung Ngusu, yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2019 itu disinyalir bermasalah sejak proses perencanaan awal hingga pengadaan material yang disebut-sebut telah terjadi Markup dalam jumlah besar.

Proyek dengan perencanaan yang amburadul itu turut memberikan kontribusi buruk bagi pengembangan sarana tersebut, hingga menyebabkan air tidak dapat dinikmati oleh masyarakat.

Kepada awak media pada Jumat (25/6), Salah satu Warga Desa Mbeling menjelaskan, titik mata air proyek tersebut berada di dataran rendah, sehingga air tidak dapat dialirkan ke pemukiman warga.

Ia menduga, ada unsur kesengajaan dan niat korupsi dalam proyek tersebut.

“Sudah tau airnya di titik yang lebih rendah, kenapa masih dianggarkan, pagu anggaran proyeknya fantastis sekali, hampir setengah miliar, Kami minta polisi untuk segera memanggil kepala Desa, dan pihak lain yang turut berkontribusi dalam perencanaam proyek tersebut, karena ada dana yang dikucurkan dari APBDes tetapi hasilnya tidak dapat dinikmati masyarakat” pinta sumber yang enggan namanya dimediakan itu.

Menurutnya, jika ditemukan indikasi kerugian Negara, Polisi diharapkan untuk menerbitkan Sprindik terhadap kasus itu dan melakukan penyelidikan.

“Karena dana Desa dikucurkan, tetapi hasilnya tidak ada,” tandasnya

Sementara, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Manggarai Timur, Gaspar Nanggar, melalui kepala Bidang pembangunan Desa, Narsi Baharu, mengaku belum mendapatkan laporan terkait proyek bermasalah itu.

Namun Ia memastikan akan meminta penjelasan dari PLT. Kepala Desa Rana Mbeling, Primus Adil, dan para pihak terkait proyek yang telah menelan anggaran Dana Desa hingga nyaris menyentuh angka setengah Miliar itu.

(*/tim/epozth)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version