Opini  

Membaca Manggarai Timur SEBER Ala ASET

Penulis, Simplisius Ngaja, S.P, Wartawan Mikannews Alumni Uniflor Ende.

Membaca Manggarai Timur SEBER Ala ASET

Berbicara tentang pemimpin, tentu tidak  ada orang yang tidak ingin menjadi seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin adalah dambaan setiap orang. Baik itu pemimipin di suatudesa, kabupaten/kota, provinsi terlebih  menjadi pemimipin sebuah Negara (presiden). Rhenald Kasali (2007), menganalogikan pemimpin visioner itu seperti mata. Ia bukan sekadar mata yang bergerak secara acak, melainkan harus menjadi mata yang jeli melihat sesuatu yang belum terlihat atau bahkan sama sekali tidak terlihat rakyatnya. Bukan itu saja, ia pun sanggup menyakinkan dan mengajak rakyatnya untuk memperjuangkan pandangan masa depannya itu. Untuk menjadi pemimpin bermata jeli, menurut Rhenald, seorang pemimpin setidaknya harus berkarakter, punya kredibilitas, dan mampu menumbuhkan harapan.

Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, SH. M.Hum dan Drs. Jaghur Stefanus atau disebut dengan ASET secara resmi dilantik pada 14 Februari 2019 oleh Gubernur Viktor Laiskodat. Namun pada tahun 2020 Covid-19 melanda dibeberapa wilayah diseluruh pelosok dunia hingga daerah. Hal ini menjadi sebuah dilematis bagi para pemimpin dan apalagi baru setahun dilantik seperti ASET.

Tekanan akan sebuah pembangunan menjadi sebuah tanggungjawab besar bagi ASET demi mewujudkan MATIM SEBER. Namun apalah daya corona menjadi penghalang bagi Mereka dalam mewujudkan semua itu.
Ditengah maraknya pandemi melanda daerah semangat dan daya juang ASET dalam membangun Manggarai Timur tak pernah punah.

Adapun Keberhasilan kebijakan Rezim ASET

Capaian pembangunan sebagai hasil upaya bersama dalam memwujudkan Matim SEBER, seperti di bidang infrastruktur jalan. Total panjang ruas jalan di kabupaten Matim mencapai 1.484,24 Km. Dari panjang itu, 1.281,29 Km adalah jalan kabupaten. Sisanya merupakan jalan nasional dan provinsi.

Hingga tahun 2019, jalan kabupaten di Matim berkondisi baik 471,23 Km. Meningkat 54,27 Km dari 416,86 Km pada tahun 2018. Kondisi rusak ringan mencapai 655,58 Km, naik dari 6,50 Km pada tahun 2018. Sedangkan kondisi rusak berat 154,58 Km, menurun dari 740,44 Km pada tahun 2018.
Di bidang kelistrikan, rasio elektrifikasi di kabupaten ini mencapai 47,99 persen. Capaian itu meningkat 22,39 persen dari 25,60 persen pada tahun 2018. Dari 56.247 rumah tangga (RT) di Matim, masih terdapat 26.993 RT yang belum tersambung listrik.

Dibidang Air Minum Bersih bahwa jumlah RT yang mengakses air bersih sudah mencapai 16.405 RT. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup bagus dari sebelumnya. Termasuk penyediaan MCK dan instalasi air limbah, terus bertambah.

Dan dibidang kesehatan sebanyak 17 Puskesmas sudah terakreditasi. Juga telah dibangun 11 unit Polindes dan 42 Pustu. Bahkan pada tahun 2020, Kabupaten Matim telah memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD) dengan hadirnya RSUD Borong yang sudah diresmikan dan digunakan untuk melayani masyarakat.

Sementara capaian pembangunan di bidang ekonomi, bahwa pada 2019 pertumbuhan ekonomi di Matim mencapai 5,04 persen. Naik dari 5,03 persen tahun 2018. Perkembangan tingkat inflasi di Matim, cendrung fluktuatif.

Yang menjadi sebuah kebanggaan kita juga bahwa Walau ditengah pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk ke 3 kalinya mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WPT) untuk hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebagai perwakilan NTT. Hal ini tentunya sebuah apresiasi dari perjuangan paket ASET serta Rekan-rekanya walau ditengah pandemi mampu mewujudkan sebuah prestasi. Walau mendapatkan nilai terbaik dari opini WTP ini, namun banyak catatan juga yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Daerah dibawah kepemimpinan ASET, salah satunya Catatan Pembenahan administrativ blud Spam.

Kegagalan ASET Dalam Membangun Manggarai Timur.

Hari ini Topik diskusi publik tentu tidak lari jauh dari pasang surut pembangunan Manggarai Timur, mulai dari sengkarut soal tanah bakal Bandara yang berada di Tanjung Bendera, Tanah Ragok Yang ada diwilayah Bangka Kantar, Terminal Kembur dan Tambatan perahu Pota, serta soal kualitas dan keadilan pembangunan infrastruktur, investasi semen luwuk, hingga kualitas pelayanan publik.

Tentunya ini sebuah PR yang harus diselesaikan oleh ASET diwaktu yang tersisa.
Dari beberapa problem diatas menujukan sebuah titik kelemahan dari ASET dalam membangun Manggarai Timur.

ASET tentunya memiliki program kerja dalam membangun daerah Manggarai Timur pada masa jabatannya, beberapa poin yang pernah dijanjikan masih tersirat dibenak rakyat sehingga, satu poin saja belum terlaksanakan menjadi persepsi negatif terhadap pemerintahan itu sendiri.

Rakyat hanya bisa berharap dan melihat program pembangunan yang sudah direalisasikan. Kestabilan politik dalam daerah juga sangat dibutuhkan dan sangat mempengaruhi pembangunan. Apabila, pembangunan sudah tercampuri dengan politik dan kepentingan individu semua program yang direncanakan akan mendapatkan kekacauan.

Perencanaan yang realistis harus disesuaikan dengan kemampuan APBD bukan hanya janji-janji tapi tanpa bukti yang nyata, semua pembangunaan membutuhkan perkiraan yang akurat.

Solusi Penulis

Aset hari ini begitu banyak prestasi namun masih banyak kegagalan dalam pembangunan yang mesti diselesaikan. Salah satu upaya yang mesti dilakukan adalah peran pihak ketiga yang minim kualitas pembangunan itu semestinya harus di blacklist. Contohnya seperti minimnya kualitas pembangunan jln. MOK-AJANG-WAELENGA yang menghabiskan dana miliaran rupiah.

Pembanguan Air Minum Bersih diwilayah Rana Masak yang kini tidak difungsikan lagi. Hal ini menjadi sebuah catatan bagi ASET bahwa pihak ketiga yang pernah dilibatkan namun gagal semestinya tidak dilibatkan lagi. Karena pada dasarnya untuk membangun Manggarai Timur harus memiliki Komitmen yang penuh serta prestasi yang mumpuni. Oleh karena itu Semua permasalahan yang dahulu harus kita jadikan sebagai bahan pembelajaran dalam membangun Manggarai Timur menuju Matim SEBER.

Penulis :
Simplisius Ngaja, S.P
Wartawan Mikannews
Alumni Uniflor Ende.

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version