Kupang, MN – Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dukungan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Open House Hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kupang pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 5 Kupang Timur dan SNT 10 Kupang, dengan agenda meninjau hasil revitalisasi fasilitas pendidikan, pemanfaatan perangkat digital, serta penerapan sistem pembelajaran di sekolah.
Bupati Yosef Lede berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang untuk melihat hasil pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap efektivitas pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi strategis bagi pembangunan daerah. Karena itu, penyediaan sarana pendidikan yang memadai harus diikuti dengan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Yosef juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program pengembangan pendidikan unggul yang dinilainya memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional, termasuk di Kabupaten Kupang.
Sebagai bagian dari program prioritas pendidikan nasional, SNT 10 Kupang mengembangkan sistem pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, seni, dan kearifan lokal.
Dalam pembelajaran intrakurikuler, sekolah menerapkan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), serta pembelajaran interdisipliner melalui kolaborasi berbagai mata pelajaran.
Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk peserta didik yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan potensi siswa juga dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup pembinaan olimpiade akademik, Pramuka, baris-berbaris, seni musik dan tari, serta olahraga seperti futsal, bola voli, dan pencak silat. Sekolah turut mengembangkan kearifan lokal melalui kegiatan Kempo.
Sementara itu, Kepala Dinas PK, Marthen Rahakbauw, menjelaskan bahwa pembelajaran kurikuler di SNT diarahkan pada isu pembangunan berkelanjutan dan pengembangan potensi lokal.
Sejumlah kegiatan yang dikembangkan meliputi agribisnis, pengolahan kompos, serta pemanfaatan daun kelor sebagai bahan obat herbal.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, mengenal potensi daerah, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Kupang memandang integrasi teknologi, keterampilan, dan kearifan lokal sebagai langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap layanan pendidikan yang bermutu.
Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Kabupaten Kupang, “Menuju Kabupaten Kupang Emas.” Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu melahirkan generasi yang berakar pada kearifan lokal dan berdaya saing global. (pkp/MN)
