Uitao, MN – Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri ibadah pentahbisan gedung gereja sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Jemaat Elim Uitao, Minggu (4/10/2026).
Pentahbisan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi jemaat setelah pembangunan gedung gereja yang berlangsung secara bertahap selama kurang lebih 20 tahun, sejak April 2006 hingga September 2026.
Dalam sambutannya, Yosef Lede mengapresiasi ketekunan jemaat dan panitia pembangunan yang mampu menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Karena itu, hari ini kita patut bersyukur. Apa yang telah dibangun ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi menjadi rumah doa, rumah persekutuan dan rumah bagi umat untuk terus bertumbuh dalam iman,” ujar Yosef.
Menurutnya, selesainya pembangunan gedung gereja bukan akhir dari perjuangan jemaat, melainkan menjadi awal untuk semakin memperkuat kehidupan persekutuan dan pelayanan.
Ia mengingatkan agar pertumbuhan gereja tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi terutama dari pertumbuhan iman dan kualitas kehidupan bersama dalam Kristus.
“Gereja sudah bagus, tetapi harus terus bertumbuh. Bertumbuh bukan hanya dalam konteks jumlah, tetapi bertumbuh dalam Kristus. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana kita merawat persekutuan,” katanya.
Bupati Yosef juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus membangun kemitraan bersama gereja dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah dan gereja adalah mitra strategis. Kita harus bersama-sama membangun jemaat, membangun masyarakat dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Yosef menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-100 Jemaat Elim Uitao. Ia berharap perjalanan satu abad pelayanan menjadi momentum untuk memperkuat iman, persaudaraan dan kebersamaan jemaat.
“Kiranya di usia yang ke-100 tahun, jemaat semakin bertumbuh dalam iman kepada Kristus, semakin kuat dalam persekutuan dan terus menjadi berkat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Simson Luin dalam ungkapan hati keluarga jemaat menyampaikan bahwa Jemaat Elim Uitao memiliki sekitar 60 kepala keluarga dengan jumlah warga jemaat sekitar 220 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 orang merupakan anggota sidi.
Meski memiliki keterbatasan jumlah anggota dan sumber daya, jemaat tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan gedung gereja sebagai kebutuhan pelayanan dan persekutuan.
“Ini bukan untuk mencari nama atau bersaing dengan tempat lain. Ini adalah bagian dari kebutuhan jemaat. Kami percaya Tuhan itu Mahakaya dan akan membuka jalan bagi kami,” ujar Simson.
Pembangunan gedung gereja dilakukan secara bertahap selama 20 tahun, meliputi pekerjaan fisik bangunan, pagar keliling, interior, finishing hingga proses pentahbisan dan peresmian pada September 2026.
Sementara itu, sejarah pelayanan Jemaat Elim Uitao telah berlangsung sejak sekitar tahun 1926. Karena itu, HUT ke-100 tahun menjadi momentum penting untuk mensyukuri perjalanan panjang pelayanan sekaligus memperkuat komitmen jemaat dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, Wakil Sekretaris Sinode GMIT Zimrat Karmani, Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi Edward Hede, Kepala Dinas Peternakan Oktaviana Manulangga, Kepala Dinas Pariwisata Marthen Timate, Kepala Dinas Kesehatan Desemiyeti Ngatrian, Kasat Pol PP Aprion Lona, para camat, perwakilan Klasis Semau, para pendeta serta kepala desa. (pkp/MN)
