Oelamasi, MN – Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Peternakan terus menggali potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). sesuai target yang sudah ditentukan yakni sebesar Rp. 2,5 miliar. Semua sumber penerimaan PAD sektor peternakan di antaranya, usaha telur, RPH. pelayanan keswan dan pengeluaran ternak akan dioptimalkan bagi penerimaan PAD. Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Pandapotan Sialagan kepada Mikan-news.com di ruang kerjanya di Oelamasi. Kamis (19/2/2026) sore.
Dinas Peternakan yang dipimpinnya optimis hingga di akhir tahun ini target dapat tercapai. Namin ia juga meminta dukungan semua pihak untuk bisa berpartisipasi memberikan kontribusinya terhadap PAD secara khusus disektor peternakan.
“Pak Bupati memberikan tantangan lagi kepada kami, Dinas Peternakan, tahun 2026 ini targetnya 2,5 dan hingga di tanggal 18 Februari baru mencapai Rp. 85.724.500 atau sekitar 3,43 persen dari target Rp. 2,5 miliar.”bebernya.
Tahun 2026 ini jelas dia, , dinas peternakan mendapat target untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi usaha ternak sebesar Rp. 2,5 miliar angka target ini tentunya berbeda dengan tahun lalu yang hanya Rp. 1,4 miliar.
“Tahun lalu dinas peternakan hanya diberi target .1,4 miliar namun dalam penerimaannya melampaui target hingga Rp.2,4 miliar. Artinya, ada sekitar 168 – 169 persen. Pak Bupati memberikan tantangan lagi kepada kami, Dinas Peternakan, tahun 2026 ini targetnya 2,5 dan hingga di tanggal 18 Februari baru mencapai Rp. 85.724.500 atau sekitar 3,43 persen dari target Rp. 2,5 miliar.”urainya.
Harap dia, pendapatan retribusi dari pos-pos lain terutama pengeluaran ternak bisa lebih tingkatkan. Apalagi ditengah efisiensi anggaran tentunya harus semaksimal mungkin menggali potensi-potensi PAD yang memang masih bisa diperoleh selain retribusi usaha ternak atau jasa-jasa usaha ternak lainnya. (sam/MN)
