Berita  

Pemkot Kupang Sosialisasi Pendidikan Karakter Lewat Film Cyber bullying 

Kupang, MN – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi penguatan pendidikan karakter melalui media film bertema cyberbullying, yang berlangsung di Bioskop Cinepolis Lippo Plaza Kupang, Rabu (30/7). Kegiatan ini diikuti oleh para guru SD dan SMP se-Kota Kupang sebagai bagian dari upaya kolektif mencegah kekerasan digital di kalangan pelajar.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Polresta Kupang Kota, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, Imelda P. Manafe, S.H., M.Hum., perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Manager Cinepolis Lippo Plaza Kupang, Koordinator Lapangan Program Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Film, serta Ketua Pemuda Pelopor Nasional, Bagus Herianto, yang hadir secara daring.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Forum Pemuda Pelopor Nasional atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Ia menilai media film merupakan sarana yang efektif untuk membentuk karakter dan menyampaikan pesan moral, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

 

“Dunia digital saat ini sangat masif, bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, kita memperoleh keterbukaan informasi. Namun di sisi lain, kita juga rentan terhadap penyebaran hoaks dan konten negatif, termasuk perundungan di media sosial yang mengatasnamakan media-media besar,” ungkapnya.

 

Wali Kota juga menyoroti dampak serius cyberbullying yang kerap terjadi di kalangan pelajar, seperti saling mengejek, merendahkan fisik, hingga melecehkan sesama di ruang digital.

 

“Anak-anak yang menjadi korban perundungan, baik verbal maupun fisik, akan membawa luka dan trauma ke rumah. Para pelaku sering lupa bahwa perlakuan mereka bisa menyebabkan stres, depresi, bahkan membuat korban membenci diri sendiri dan orang tuanya. Karena itu, melalui kegiatan ini kita berharap kesadaran kolektif dapat tumbuh untuk mengontrol perilaku, ucapan, dan sikap terhadap sesama,” ujar Wali Kota penuh harap.

 

Senada dengan itu, Wakapolresta Kupang menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam mencegah perundungan, kenakalan remaja, hingga penyalahgunaan narkoba. Pihaknya menyatakan bahwa Polresta Kupang Kota berkomitmen tidak mentolerir segala bentuk perundungan, baik di sekolah maupun di media sosial.

 

“Bullying, apalagi dalam bentuk siber, bisa meninggalkan trauma mendalam bagi korbannya. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, sinergi antara guru dan orang tua sangat penting dalam mendeteksi serta mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Pihak kepolisian, melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim serta jajaran Bhabinkamtibmas, akan terus aktif memberikan edukasi dan pembinaan karakter kepada para pelajar.

 

Wakapolresta menyakini bahwa kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan terbebas dari kekerasan maupun perundungan. (pkp/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version