Berita  

Per Juni 2025, Penerima PMT Gizi Kurang Desa Manusak Hanya 8 Anak

Manusak, MN – Hingga bulan Juni 2025  Pemerintah Desa Manusak hanya memberikan makan kepada sebanyak 8 orang anak penderita gizi kurang. Angka ini dipastikan terus menurun sejak dimulainya pelaksanaan PMT bulan Januari lalu. Demikian diungkapkan Kepala Desa Manusak Arthur Ximenes menjawab pertanyaan wartawan media ini di ruang kerjanya. Jumat (20/6/2025) pagi.

 

Menurut Arthur, per Juni 2025, hanya menyisakan sebanyak 8 orang anak gizi kurang yang mendapatkan makanan tambahan dan diberikan selama 6 bulan dengan alokasi anggaran sebesar Rp18 juta.

 

“Kalau yang gizi kurang kita dukung mereka dengan makanan-makanan yang bergisi sesuai dengan daftar menu baku yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Nanti di bulan Juni ini akan dilakukan evaluasi dan apa bila status gizi anak-anak sudah mulai normal maka anggaran yang masih ada akan dilanjutkan dengan tambahan waktu 2-3 bulan.”ungkapnya.

 

Ketersediaan anggaran cukup, sesuai regulasi Kementerian Desa, Kementerian Keuangan maupun dari Kementerian Dalam Negeri, tinggal eksekusi saja.

 

Pihaknya konsen terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak sehingga tidak menimbulkan beban bagi pemerintah. Orang tua harus lebih banyak memberikan perhatian kepada perkembangan dan status gizi anak sehingg gizinya bagus, pertumbuhan dan status gizi yang baik

 

“Selain orang tua mendapatkan perhatian dari pemerintah, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap anak-anak, tapi tidak boleh lepas tanggung jawab. Memang dalam aturan sudah cukup jelas bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat anak-anak Indonesia tetapi kita harus tahu bahwa pemerintah juga tidak hanya urus satu  dua desa, urus satu anak, tapi urus jumlah penduduk yang begitu banyak. Orang tua juga harus sadar bahwa berani memiliki anak, harus juga berani buat anak-anak punya masa depan.”jelasnya.

 

Pemerintah Desa Manusak mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh. pemerintah daerah melalui 8 asa Kabupaten Kupang emas secara khusus poin ke 2 yakni generasi sehat dan berkualitas

 

kami terus lakukan di desa bekerja bersama dengan semua komponen untuk mendukung langkah-langkah strategis pemerintah daerah menuju generasi emas 2045

 

Terpisah, Tenaga Ahli Gizi Desa Manusak, Elizabeth Melissa Da Costa membenarkan, pemberian PMT sudah disesuaikan dengan masalah gizi anak yakni anak dengan status gizi kurang. Untuk pemberiannya sendiri juga harus disesuaikan dengan umur dan jenis kelaminnya. Jadi soal menu untuk PMT sudah ada aturan menu bakunya dari Kementerian Kesehatan

 

“hari ini anak- anak penerima manfaat sudah diberi makan sayur bening kelor dicampur dengan wortel, lauknya modifikasi telur dan buah pisang. Tentu asupan gizinya sudah terpenuhi.”ungkapnya. (sam/MN)

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version