Kaniti, MN – Bupati Kupang, Yosef Lede dan Staf Khusus Kementan RI melaksanakan Gerakan Tanam Jagung Musim Tanam 2 di 25 hektar lahan tanam Kelompok Tani Manekat Kaniti di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah. Selasa (17/6/2025) pagi.
Disaksikan media ini, pelaksanaan Gerakan Tanam Jagung Musim Tanam 2 di lahan tanam Poktan Manekat Kaniti – Oetete ikut dihadiri, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang, Tomme Da Costa dan Wakil Ketua II, Sofie Malalak De Haan, Kadis Pertanian Kabupaten Kupang, Amin Jauriah, Camat Kupang Tengah, Robby Meok, Kepala Desa Penfui Timur, Zet Tafoki, dan Kepala Desa, Mata Air, Ely Luluporo.
Bupati Kupang, Yosef Lede dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya sangat bersyukur bisa berada di tengah-tengah masyarakat petani Poktan Manekat Kaniti -Oetete untuk melaksanakan Gerakan Tanam Jagung Musim Tanam 2.
Dirinya berharap, gerakan tanam jagung ini tidak hanya menjadi acara seremonial belaka, karena jangan sampai biaya seremonial yang dikeluarkan lebih banyak daripada hasil tanam.
Petugas PPL juga harus membuat perencanaan tanam yang lebih baik lagi karena sesuai data lahan disini seluas 87 hektar namun ketersediaan lahan untuk Gerakan Tanam Jagung Musim Tanam 2 hanya seluas 25 hektare, sementara 30 hektare lahan lainnya untuk menanam padi dengan estimasi ketersediaan air hingga bulan Agustus mendatang.
“Lain kali PPL bikin perencanaan yang bagus biar persediaan air cukup, karena lahan disini adalah sawah tadah hujan, jangan sampai tanam habis air tidak ada terakhir naman semua mati dan merugi. Lain kali penyuluh bikin perencanaan yang bagus biar hasilnya pasti apalagi tanam jagung ini kan tidak terlalu membutuhkan air, tapi tidak apa-apa kita jalan dulu sekalian jadi pembelajaran buat tahun depan. Saya sangat mengharapkan, hari ini kita tanam perdana bulan depan kalau saya lewat sini semua jagung sudah tumbuh, jangan sampai cuma heboh seremonial saja.”tegasnya.
Bupati Kupang Yosef Lede juga langsung memberikan jawabannya atas permintaan bantuan seperti yang disampaikan Agus Sabaat sebagai keterwakilan Poktan Manekat. Menurut Yosef Lede, sekarang tepat waktunya, pemerintah Kabupaten akan memberi bantuan 1 unit traktor roda 4, infrastruktur jalan tani, irigasi dan 1 unit mesin pompa air
Perwakilan Poktan Manekat Kaniti – Oetete, Agus Sabaat dalam kesempatan itu mengungkapkan, Kelompok Tani (Poktan) Manekat Kaniti – Oetete adalah kelompok tani dengan lahan sawah tadah hujan, dengan luas lahan mencapai 87 hektare dan dikelola oleh sebanyak 105 anggota petani dari dua Desa yakni Kaniti Desa Penfui Timur dan Oetete Desa Mata Air.
Dijelaskannya, Poktan Manekat Kaniti – Oetete selama ini hanya memanfaatkan frekuensi air dari curah hujan, dirinya bersyukur karena tahun ini terjadi curah hujan yang tinggi dan air cukup tersedia dan pihaknya bisa melaksanakan dua kali tanam.
“Kami sangat bersyukur bahwa pada hari ini kami kelompok tani Manekat kedatangan Bapak Bupati dan Staf Khusus kementerian RI dan kami sudah menyampaikan keluhan kami. Banyak hal yang kami alami dalam mengelola air yang ada, jujur tidak cukup karena saluran air masih seluruhnya tanah. Sehingga misalnya air dari atas ada 10 maka sampai di bawah 1 liter saja. Hal ini menjadi kendala dan upaya tanam menanam kami tidak mendapatkan hasil maksimal. Kami punya alat traktor ini kurang, hanya harap air hujan, saluran irigasi juga masih dari tanah, dan kalau bisa irigasi kami bisa dibuat permanen. Kami juga ada sumur bor tapi minta maaf pompanya rusak dan sampai hari ini belum digunakan. Dan kalaupun sumur bor yang ada ini hanya satu maka tidak mungkin juga bisa menjangkau atau menjawab kebutuhan bagi petani. Kalau dapat tambah sumur bor. Minta maaf bapak bupati kami minta banyak tetapi tentunya kami juga tidak harus bilang bapak harus jawab semua.”bebernya
Sebelumnya, Staf Khusus Kementan RI dalam kesempatan itu mengiyakan memberikan bantuan kepada Poktan Manekat Kaniti – Oetete kendaraan pemotongan padi.
Untuk diketahui jenis jagung yang ditanam dalam kegiatan Gerakan Tanam Jagung ini adalah jagung muda benih Timore 1
(sam/MN)
