Oelamasi, MN- Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, menyuarakan keprihatinannya terhadap rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang.
Dalam wawancara di ruang kerjanya pada Jumat (2/8/2024), Taimenas menekankan perlunya kerja keras dari semua pihak, termasuk pimpinan dan anggota DPRD, Penjabat Bupati Kupang, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ironisnya, meskipun Kabupaten Kupang dikenal kaya sumber daya alam, PAD yang dihasilkan tetap rendah. Ia menyoroti sektor Galian C sebagai contoh, yang menurutnya membutuhkan kerja keras dari kepala dinas/pimpinan OPD terkait. Selain itu, sektor pariwisata juga harus dioptimalkan untuk meningkatkan PAD.
“Jika dioptimalkan, saya yakin PAD kita akan meningkat secara signifikan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dari para pimpinan OPD untuk memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Kupang, yang terdiri dari 160 desa, 17 kelurahan, dan 24 kecamatan.
Pemerintah daerah harus pandai mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, terutama untuk kegiatan infrastruktur. “Di pusat menyiapkan dana, tetapi jika kita tidak pandai meminta, maka akan percuma saja,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kinerja pimpinan OPD, Taimenas akui, mereka sudah bekerja tetapi belum maksimal. Ia menyoroti pentingnya sektor tambang di Kabupaten Kupang, yang menyuplai bahan bangunan ke Kota Kupang. “Ya saya pikir mereka sudah bekerja keras namun belum maksimum dan harus ditingkatkan,” tegasnya.
Pemda melalui dinas teknis perlu memberi penataan yang lebih ketat di lokasi tambang untuk mengurangi kebocoran pendapatan. “Harus ada portal di mulut tambang untuk menjaga bahan-bahan baku yang keluar, sehingga pendapatan bisa terdeteksi dan tidak ada kebocoran,” katanya.
Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kupang, dirinya perlu mendorong agar potensi pendapatan dari sektor Galian C bisa maksimal mencapai target hingga ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dalam lima tahun jika dikelola dengan baik. (diksen/MN)
