Oelamasi, MN– Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif Kabupaten Kupang sesuai jadwalnya akan menyelenggarakan Festival Budaya pada pertengahan bulan Agustus hingga September 2024. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Pieter Charles Sabaneno, kepada media ini di ruang kerjanya. Rabu, (31/7/2024), Siang.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang jelas dia, memiliki kegiatan tahunan berupa festival budaya yang mencakup fashion show, tarian daerah, dan lagu daerah. Meskipun kondisi keuangan daerah saat ini tidak terlalu baik, Pieter memastikan pihaknya tetap berupaya untuk melaksanakan festival ini karena sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun ini.
“Tahun ini merupakan kelanjutan dari tahun lalu di mana kami telah melaksanakan festival di 12 kecamatan. Seharusnya tahun ini kami melengkapi hingga 24 kecamatan. Jika festival ini dibatalkan atau ditunda, hal ini akan merugikan kecamatan lain yang seharusnya mendapatkan giliran,” ujar Pieter.
Pieter berharap anggaran untuk kegiatan ini dapat disetujui oleh PPKD agar Festival Budaya bisa tetap dilaksanakan. Pasalnya, festival budaya menjadi satu-satunya acara yang masih bisa didanai, mengingat beberapa acara besar lainnya telah dipotong anggarannya, termasuk Festival Budaya tahunan di 24 kecamatan dan event Pacuan Kuda yang anggarannya telah dipotong sekitar 700 juta rupiah.
“Acara kecil ini sangat penting untuk menghidupkan sanggar-sanggar kesenian daerah yang ada di kecamatan-kecamatan. Tanpa kegiatan-kegiatan ini, mereka akan mati karena tidak pernah dipelihara,” tambah Pieter.
Festival ini diperkirakan membutuhkan anggaran kurang dari seratus juta rupiah. Dimana, 12 kecamatan yang belum mendapatkan giliran sudah mempersiapkan diri dan menerima pemberitahuan mengenai lagu-lagu yang akan ditampilkan oleh anak-anak mereka.
“Ini sangat riskan jika kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan tetapi acara tidak jadi dilaksanakan,” tutupnya. (diksen/MN)
