Oelamasi, MN – Menanggapi keluhan dan kekecewaan warga saat pemakaman jenazah pasien Covid 19 di TPC Oelnasi, seperti yang dikeluhkan Jems Tuke, warga Osiloa,, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang – NTT, yang menilai kinerja Tim Pemakaman Jenazah tidak manusiawi memakamkan ayah kandung mereka menggunakan helm dan kaki sebagai alat penggaruk tanah seperti yang diberitakan media ini sebelunya, Kasat Pol PP juga selaku Ketua Tim Pemakaman Jenazah Covid – 19 Kabupaten Kupang, K. M. S. Manafe, kepada media ini diruang kerjannya, Senin (16/8) meminta maaf pasalnya TPC Oelnasi merupakan tempat pertama dan baru saja dibuka bagi pemekaman Jenazah pasien Covid – 19 di Kabupaten Kupang.
Menurut dia, sebagai manusia tidak ada seorang pun yang sempurna dan tentu, kalau ada kekurangan mohon dimaafkan.
Pihaknya, aku dia belum nelihat isi rekaman video 1.53 detik seperti yang diberitakan media ini dan tentu dirinya belum mendapatkan informasi yang benar soal apa yang menyebabkan hingga dinilai tidak manusiawi.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas kepada media ini berharap Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 Kabupaten Kupang dapat bekerja profesional sesuai protokoler kesehatan yang dianjurkan termasuk menyediakan peralatan pendukung pemakaman yang memadai seperti skop dll, agar tidak ada lagi petugas yang menggunakan kaki dan helm sebagai alat penggaruk tanah seperti yang sudah terjadi di TPC Oelnasi.
Sebelumnya diberitakan, Jems Tuke, anak kandung Jenazah pasien Covid-19 kecewa dan marah besar atas kinerja Tim Pemakaman yang dinilai tidak manusiawi memakamkan mendiang ayah mereka.
Tidak hanya itu, dia juga, mengancam akan mengambil paksa jasad ayah mereka untuk dimakamkan secara manusiawi ditempat pemakaman keluarga (SD(
