Borong, MN – Angin kencang melanda wilayah Manggarai Timur, Minggu ( 4/4) pagi, akibatnya Satu Tenda (Terop) di Gereja Paroki St. Eduardus ambruk. Peristiwa itu terjadi saat penyelenggaraan misa Minggu Paskah sedang berlangsung .
Sebelum misa perayaan Minggu Paskah di mulai, Pater Terry SVD selaku Imam yang memimpin ibadat mengingatkan agar emua umat hindari duduk di luar gereja di bawah terop depan dan samping Gereja, dianjur untul mengambil tempat duduk di dalam Gereja karena cuaca saat itu sangat extrime
Permintaan itu ternyata benar benar terjawab, saat perayaan mulai, angin kencang mulai menggucang gereja Paroki St Eduardus Watunggong dan merobohkan terop sepanjang 30 meter di depan dan samping Gereja,
Beruntung permintaan Pater Terry diindahkan oleh semua umat sehingga semuanya luput dari musibah itu, walaupun umat berjubelan di dalam Gereja dan berdiri sepanjang perayaan berlangsung karena minimnya tempat duduk.
Badai itu benar benar mengusik ketenangan umat selama perayaan berlangsung, terlihat umat penuh dengan rasa takut karena sepanjang perayaan berlangsung badai terus mengguncang tiada henti, beruntung musibah itu tidak ada korban jiwa.
Pater Terry SVD di temui Media di ruangan ganti usai perayaan berlangsung, ke pada media Ia menyampaikan ucapan selamat pesta Paskah,
Selanjutnya ke pada Media Pater Terry menceritakan kisah kisah selama perayaan Tri Hari suci berlangsung,
“Perayaan kali ini kita di hadapkan dengan dua masalah besar, pertama secara mondial kita masih di hantui oleh Covid-19, kemudian kita sudah ketahui bahwa akan terjadi badai besar yang datang dan bertiup dari samudra Hindia”, jelasnya.
“Apa yang kita alami Hari ini di tengah perayaan berlangsung, Tuhan sudah ingatkan kepada saya sejak malam jumaat agung dan persisnya usai saya cium salib Tuhan malam itu”, katanya
“Makanya tadi sebelum perayaan di mulai saya minta ke pada semua umat hindari duduk di bawah terop di luar gereja, seandainya tadi misa kita mulai berdasrkan jadwal dewan Paroki pukul 08.30 wita tidak tau apa yang akan terjadi, beruntung suara Tuhan bekerja dan saya minta misa mundur setengah jam, sehingga misa tadi di mulai tepat pukil 09.00 wita”, terang Pater Terry.
“Selama perayaan Tri Hari suci berlangsung, pada Hari raya pesta Paskah ini suara Tuhan benar benar bekerja menyelmatkan umatnya di Gereja Paroki St Eduardus Watunggong ini”, tambahnya
Dari perayaan Malam kamis putih, Jumaat agung dan malam paskah semua umat duduk aman di bawah terop di depan dan samping Gereja walau dalam kondisi hujan angin
Tetapi Hari ini puncak Perayan Paskah Tuhan, semua umat di selamatkan dari badai yang begitu dasyat dan terhindar dari reruntuhan sink dan besi besi terop yang roboh akibat tiupan angin kencang,
“Suara Tuhanlah yang bekerja keatas kita semua sehingga hari ini semua umat tidak ada yang duduk di bawah terop saat badai itu datang dan kita semua selamat dari musibah itu”, ujar Pater Tery.
Pater Terry adalah Pastor Paroki St Agustinus Mok, yang di perbantukan selama perayaan Tri Hari suci di Paroki St Eduardus Watunggong, sedngkan pastor Paroki St Eduardus adalah Rm.Ferdinandus Usman dan selama Perayaan Rm. Ferdi melayani umat di setasi.
Selama Perayaan berlangsung Semua umat taat pada protokol kesehatan, pihak medis dari Puskesmas Afirmasi Watunggong setia melayani dan mengecek keseluruhan umat yang hadir wajib mencuci tangan dan menggunakan masker.
(*/Wens/mn)
